Langkau ke kandungan utama

577)

Bismillah.





🔰 Teman tanpa Aib

Sudah menjadi fitrah, manusia senantiasa mendambakan persahabatan yang tulus dan persaudaraan yang sejati. 

Namun, sering kali harapan itu pupus karena pandangan kita yang terlalu menuntut kesempurnaan dari orang lain, seakan-akan kita sendiri tanpa cela. 

Padahal, hakikat manusia adalah kumpulan kelebihan yang dihiasi kekurangan, dan kelemahan yang dibalut kebaikan. 

Barangsiapa yang hanya ingin bersaudara dengan mereka yang tanpa cela, niscaya ia akan berjalan sendirian tanpa kawan.

🟪 Al-Fudhoil bin ‘Iyadh –rahimahullah– berkata,

"من طلب اخا بلا عيب، بقي بلا اخ."
~ روضة العقلاء (ص: ١٦٩)

“Barangsiapa mencari seorang saudara tanpa cela, maka ia akan hidup tanpa saudara.”

📙 ~ Roudhoh al-‘Uqala’ (hlm. 169), karya Abu Hatim Al-Bustiy 

Marilah kita belajar menerima saudara kita dengan segala kekurangannya, sebagaimana kita berharap ia pun menerima kita dengan segala keterbatasan kita. 

Persaudaraan sejati bukanlah terjalin karena kesempurnaan, melainkan karena kesediaan untuk saling melengkapi kekurangan, saling memotivasi, dan saling menguatkan. 

Dengan begitu, kita akan menemukan indahnya arti persahabatan yang diridai Allah, bukan sekadar hubungan yang rapuh karena tuntutan yang mustahil terpenuhi.

🟣 Faedah dari Nasihat ini:

Berikut beberapa petikan faedah dari nasihat Fudhoil bin Iyadh -rahimahullah-:

1. Manusia tidak ada yang sempurna. Mencari saudara tanpa cela adalah hal yang mustahil. Sebab, setiap orang pasti memiliki kekurangan.

2. Kesempurnaan bukan syarat persaudaraan. Hakikat persaudaraan adalah menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada saudara kita sebagaimana halnya kita berharap agar mereka menerima kita sebagai saudaranya, walaupun pada diri kita ada kekurangan-kekurangan yang akan mereka sempurnakan.

3. Barangsiapa yang menuntut kesempurnaan, maka ia akan kehilangan banyak kebaikan dan kesempatan. Karena, ia tidak akan pernah mendapatkan sahabat yang sesuai dengan bayangan dan harapan dirinya.

4. Kebaikan terletak pada sikap toleransi dan saling memahami. Persaudaraan sejati dibangun dengan sikap lapang dada, bukan dengan mencari kekurangan.

5. Nasihat ini mendidik kita untuk lebih sibuk memperbaiki diri daripada mencari aib orang lain. Karena, sesungguhnya kita pun memiliki kelemahan yang butuh ditutupi oleh Allah dan dimaafkan oleh manusia.

Gowa, 16 Robi'ul Awwal 1447 Hijriyah 
✍ Ustadz Abdul Qodir Abu Fa'izah Al-Bughisiy -hafizhahullah-

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

444) APAKAH PANDUAN MEMBERI SALAM?

Bismillah. Alhamdulillah. Assalamu'alaikum, Anjuran Memberi Salam     Apakah dalil anjuran memberi salam?     Iaitu satu hadis yang  masyhur daripada Abdullah bin Salam r.a. ketika Nabi SAW baru tiba di Madinah. Rasulullah SAW bersabda:  “Wahai manusia!   Sebarkanlah salam,   beri makan (kepada orang lain),   sambunglah silaturrahim,    dan solatlah pada waktu malam ketika manusia sedang tidur,   nescaya kamu masuk syurga dengan selamat.” (Riwayat al-Tirmizi, Ibn Majah, Ahmad – sahih)    Dalam hadis ini ada empat arahan Nabi SAW: 1. Sebarkan salam ( أفشوا السلام ) 2. Beri makan ( أطعموا الطعام ) 3. Sambung silaturrahim ( صلوا الأرحام ) 4. Solat malam ketika manusia tidur ( صلوا بالليل والناس نيام ) Apakah ganjarannya?     Iaitu  “Kamu akan masuk syurga dengan aman.” Kita fokus kepada bab memberi salam. Apa panduan dalam memberi salam?   Berikut hadis-hadis utama sebagai p...

439) APAKAH AMALAN TERBAIK BAGI UMUR 60-AN?

Bismillah. Alhamdulillah. Assalamu'alaikum, Umur 60-an...      Berada pada usia 60-an adalah fasa yang sangat mulia dalam Islam — fasa “usia peluang terakhir” (umur i‘tidzār), di mana seseorang lebih dekat dengan akhirat, tetapi masih sempat mengumpul pahala yang besar. Rasulullah ﷺ bersabda:    “Allah telah memberi uzur (alasan kuat) kepada seseorang yang dipanjangkan umurnya sehingga mencapai enam puluh tahun.” (HR al-Bukhari) Maksudnya:     Allah sudah memberi cukup masa untuk seseorang kembali kepada-Nya dengan amal yang terbaik. Amalan Paling Baik    Berikut amalan paling baik untuk usia 60-an, berdasarkan nas-nas syarak dan panduan ulama: 1. Taubat yang sungguh-sungguh    Ini amalan teragung pada usia 60-an. Allah berfirman:     “Sesungguhnya Aku Maha Pengampun kepada siapa yang bertaubat, beriman dan beramal soleh, kemudian tetap berada di jalan yang benar.” (Surah Taha: 82)   ...

343) BAGAIMANA MEMBACA SURAH AL MULK SECARA SUNNAH?

Bismillah. Alhamdulillah. Assalamualaikum, Membaca Surah Al Mulk     Membaca Surah Al-Mulk sebelum tidur adalah sunnah berdasarkan beberapa hadis sahih yang menunjukkan amalan ini diamalkan oleh Nabi ﷺ dan memberi manfaat besar kepada orang yang mengamalkannya. Dalil dari Hadis    Terdapat hadis sahih yang menganjurkan membaca Surah Al-Mulk sebelum tidur:    Daripada Abu Hurairah RA, Nabi ﷺ bersabda:    "Sesungguhnya terdapat satu surah dalam Al-Qur’an yang terdiri daripada tiga puluh ayat, yang memberi syafaat kepada orang yang membacanya hingga diampunkan dosanya, iaitu: ‘Tabaarakalladzii biyadihil-mulk’." (HR. Abu Dawud, Tirmizi, Ibn Majah – hadis hasan sahih) Dalam riwayat lain:  "Nabi ﷺ tidak tidur melainkan setelah membaca Surah As-Sajdah dan Surah Al-Mulk."  (HR. Tirmizi dan Ahmad – dinilai sahih oleh al-Albani) Amalan Sunnah Sebelum Tidur    Jadi, membaca Surah Al-Mulk sebelum tidur adalah termasuk dalam ama...