Bismillah.
Alhamdulillah.
Assalamu'alaikum,
Bagaimana kita menjadi mulia dengan harta yang kita ada? ( Dan tentunya harta yang halal.)
Pertanyaan yang sangat baik. Mari kita kaji...
Harta pada dasarnya bukanlah kehinaan dan bukan pula kemuliaan, tetapi ia menjadi alat: jika digunakan dengan benar, ia membawa kemuliaan di sisi Allah; jika disalahgunakan, ia menjadi sebab kehinaan di sisi Allah dan di mata manusia.
Di sini penjelasannya:
1. Harta jadi mulia bila digunakan di jalan Allah
Allah berfirman:
“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
(QS. al-Baqarah 2:261)
Orang yang menjadikan hartanya sebagai alat memberi manfaat kepada agama dan manusia lain akan dimuliakan Allah dengan pahala berlipat ganda.
2. Harta jadi mulia bila digunakan untuk menolong orang miskin dan lemah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Thabrani, hasan)
Harta menjadikan kita mulia apabila dipakai untuk memberi manfaat, terutama kepada orang miskin , anak yatim dan sebagainya. Bukan sekadar ditimbun.
3. Harta jadi mulia bila dipakai untuk menjaga kehormatan diri
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah mencintai seorang mukmin yang bekerja (mencari nafkah), sehingga dengan itu ia menjaga dirinya dari meminta-minta.”
(HR. Thabrani, al-Baihaqi – hasan)
Seseorang bekerja sehingga harta yang ia dapat, dipakai untuk menjaga maruah diri daripada meminta-minta, maka ia mendatangkan kemuliaan.
4. Harta jadi mulia bila tidak diperhambakan olehnya
Nabi ﷺ mengingatkan:
“Celaka hamba dinar, celaka hamba dirham, celaka hamba pakaian…”
(HR. Bukhari no. 2887)
Maksudnya, harta akan memuliakan kita jika kita jadikan ia sebagai khadam (alat), bukan kita yang jadi hamba kepadanya. Maksudnya kita melebihkan harta dari segala-galanya.
5. Dengan menunaikan zakat dan kewajiban syariat
Allah berfirman:
“Ambillah zakat dari harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka…”
(QS. at-Taubah 9:103)
Menunaikan zakat bukan sekadar ibadah, tapi juga mengangkat maruah kerana ia tanda syukur dan menjaga hak orang miskin.
6. Dengan sedekah jariyah dan wakaf
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak soleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim no. 1631)
Harta yang dilaburkan untuk wakaf masjid, pendidikan, sumur, rumah anak yatim dan lain-lain menjadikan pemiliknya mulia walaupun sudah meninggal.
7. Dengan menolong orang yang berhutang dan kesempitan
Nabi ﷺ bersabda:
“Barangsiapa melepaskan seorang mukmin dari satu kesusahan dunia, Allah akan melepaskannya dari satu kesusahan di hari kiamat. Barangsiapa memberi kemudahan bagi orang yang kesusahan, Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat.”
(HR. Muslim no. 2699)
Iaitu, orang yang menggunakan hartanya untuk menolong orang lain yang kesempitan akan dimuliakan Allah di dunia dan akhirat.
8. Dengan memuliakan tamu, keluarga dan jiran
Nabi ﷺ bersabda:
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Harta jadi mulia jika digunakan untuk memuliakan tetamu, menyantuni keluarga, dan menjaga hubungan jiran.
9. Dengan berinfak di waktu lapang dan sempit
Allah berfirman tentang ciri orang bertaqwa:
“…(iaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit…”
(QS. Ali ‘Imran 3:134)
Iaitu bukan hanya ketika kaya, bahkan dalam kesempitan pun rela berbagi. Maka, hartanya itu harta yang memuliakannya.
10. Dengan tidak bakhil dan tidak boros
Allah berfirman:
“Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (bakhil), dan jangan pula engkau terlalu menghulurkannya (boros), nanti engkau menjadi tercela dan menyesal.”
(QS. al-Isra’ 17:29)
Maksudnya, orang yang seimbang dalam membelanjakan hartanya akan dihormati manusia dan dimuliakan Allah. Ia mulia dengan hartanya
11. Dengan menjadikan harta sebagai perisai dari api neraka
Nabi ﷺ bersabda:
“Lindungilah dirimu dari api neraka, walaupun hanya dengan separuh butir kurma.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Harta jadi mulia bila ia menjadi penyelamat di akhirat iaitu dengan memberi sedekah dengan ikhlas walau hanya beberapa ringgit sahaja.
Kesimpulan
Harta tidak memberi kemuliaan kerana banyaknya, tetapi kerana cara kita menggunakannya
Harta yang memuliakan ialah harta yang menjadi alat untuk taat kepada Allah dan memberi manfaat bagi manusia. Jika ia hanya ditimbun untuk kesombongan, ia bukan kemuliaan tapi kehinaan di sisi Allah
Semoga bermenafaat dan sila kongsikan dengan orang lain
Padang Jawa.
3/10/2025
Ulasan
Catat Ulasan