Bismillah.
Alhamdulillah.
Assalamu'alaikum,
Allah menyesatkan orang kafir?
Bila merujuk ayat 40:74, ada ayat yang berbunyi,
"Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir".
Adakah memang Allah sendiri yang menyesatkan orang kafir itu?
Atau bagaimana?
Baik, mari kita lihat ayat yang dimaksudkan:
Surah Ghāfir (40):74
(Mereka disoal): “Di manakah sekutu-sekutumu yang dahulu kamu sembah selain Allah?” Mereka menjawab: “Semua itu telah lenyap daripada kami, bahkan dahulu kami tidak menyembah sesuatu pun." Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir.
Penjelasan
1. “Allah menyesatkan orang kafir” bukan zalim, tapi adil.
Kenapa?
Kerana Allah hanya menyesatkan mereka yang memilih kekafiran setelah diberi peluang untuk beriman.
Mari kita jelaskan hal ini berpandukan beberapa dalil al-Qur’an:
a) Surah as-Saff (61:5)
“Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”
Dalil jelas:
Mereka yang berpaling dahulu dari kebenaran, kemudian barulah Allah biarkan mereka sesat. Maksudnya , mereka sesat kerana mereka sendiri memilih untuk berpaling dari kebenaran.
b) Surah as-Saff (61:7)
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah padahal dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.”
Allah tidak menyesatkan orang tanpa sebab; tetapi orang zalim itu sendiri yang memilih kedegilan iaitu menolak dan mendustakan kebenaran.
Maknanya:
Mereka menutup hati dan akal fikiran, enggan menerima kebenaran, maka Allah biarkan mereka dalam kesesatan yang mereka pilih.
2. Prinsip al-Qur’an
Di dalam alquran ada satu prinsip iaitu 'Allah tidak menyesatkan seseorang kecuali setelah dia sendiri berpaling', lihat ayat as Saff:5 ini,
“Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah palingkan hati mereka.” (QS as-Saff: 5)
Jadi, kesesatan itu adalah balasan terhadap sikap degil mereka sendiri. Bukan Allah yang menyesatkan mereka. Bahkan Allah memberi bukti yang jelas tentang kebenaran , supaya hati dan akal mereka terbuka untuk menerimanya.
3. Makna “yudhillullāh”
Dalam bahasa Arab, maksudnya: 'Allah membiarkan, mengunci, atau menambah kesesatan kepada orang yang sudah memilih jalan salah.'
Penjelasan
Mari kita perinci maksud “يُضِلُّ اللهُ (yudhillullāh)” dalam al-Qur’an dan bahasa Arab:
a) Dari sudut bahasa Arab
Perkataan "أَضَلَّ" (adhalla) bermaksud menyesatkan, membiarkan sesat, atau menjauhkan dari petunjuk.
Namun dalam konteks al-Qur’an, ia tidak bermaksud Allah menyesat kan orang yang tidak bersalah, tetapi Allah membiarkan atau menambahkan kesesatan bagi orang yang sendiri telah memilih jalan yang salah.
b) Prinsip dalam al-Qur’an
Iaitu satu prisip bahawa, 'Allah tidak menzalimi hamba-Nya.' Firman Allah:
“Dan Tuhanmu tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.” (Surah Fussilat: 46)
Maka bila Allah menyebut “Allah menyesatkan”, maknanya:
' Allah membiarkan mereka dalam kesesatan kerana mereka menolak kebenaran.'
Allah mengunci hati mereka setelah berulang kali menolak petunjuk.
Allah menambahkan kesesatan sebagai balasan terhadap pilihan buruk mereka.
c) Dalil yang menjelaskan konteks
Dalil Allah tidak zalim atau Allah tidak menyesatkan manusia ada dalam surah al-Ṣaff (61:5):
“Maka ketika mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”
Ayat ini menunjukkan sebab-akibat: mereka berpaling dulu, lalu Allah biarkan mereka sesat.
Dan dari Surah al-Tawbah (9:115):
“Dan Allah tidak akan menyesat kan sesuatu kaum setelah Dia memberi petunjuk kepada mereka, sehingga Dia jelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi.”
Ini menegaskan bahawa Allah tidak terus sesatkan, tetapi setelah penolakan dan keingkaran, barulah Allah biarkan mereka.
Seperti kata para mufassir: “Allah menyesatkan orang yang memilih kesesatan, dan Allah memberi hidayah kepada orang yang mencari kebenaran.”
4. Ibarat jalan hidup
Di dalam kehidupan , Allah tunjuk dua jalan:
a) hidayah dan
b) kesesatan.
Orang kafir memilih jalan sesat, maka Allah tidak beri taufiq untuk berpatah balik.
Inilah maksud “Allah menyesatkan mereka.”
Allah jelaskan dalam al-Qur’an tentang perkara ini dengan firmanNya,
“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (jalan kebaikan dan jalan kejahatan).”
(QS al-Balad: 10)
Jalan pertama → hidayah: iman, ketaatan, rahmat.
Jalan kedua → kesesatan: kufur, maksiat, azab.
Pilihan Manusia, Bukan Paksaan
Allah beri akal, fitrah, dan petunjuk melalui para nabi. Supaya dengan itu semua manusia dapat berfikir tentang kebenaran
Apabila orang yang menerima kebenaran maka Allah tambahkan hidayah kepadanya.
Manakala orang yang menolak, maka Allah biarkan dia tenggelam dalam kesesatan.
Dalil:
“Maka tatkala mereka berpaling, Allah palingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”
(QS as-Saff: 5)
Maksud ‘Allah menyesatkan mereka’
Ayat itu bukan bermakna Allah zalim atau paksa mereka kafir.
Tetapi maksudnya ialah setelah mereka memilih kesesatan dengan kehendak sendiri, Allah tidak lagi beri taufiq untuk kembali.
Allah hanya “menyempurnakan” pilihan mereka , seperti mengunci pintu hati kerana mereka sudah menolak berkali-kali.
Dalil:
“Allah tidak menyesatkan suatu kaum setelah Dia memberi petunjuk kepada mereka, hingga dijelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi.”
(QS at-Taubah: 115)
Analogi Mudah
Bayangkan seorang pelajar diberi peluang belajar, diberi buku, guru, dan masa.
Jika dia berusaha maka guru akan membantu dan memberi bimbingan.
Jika dia malas dan sengaja tidak mahu belajar , maka guru akan biarkan dia yang akhirnya ia gagal. Ini bukan sebab guru zalim, tapi kerana itu pilihannya sendiri.
Begitulah “Allah (seperti) menyesatkan” sebagai balasan yang adil kepada mereka yang memilih kufur. Itu pilihannya.
Kesimpulan
- Ayat 40:74 menyebut Allah menyesatkan orang kafir. Betul.
- Tetapi bukan bermakna Allah zalim.
- Maksudnya: kerana mereka sendiri keras kepala dan memilih kufur, maka Allah menyempurna kan kesesatan mereka sebagai balasan yang adil.
Semoga bermenafaat dan sila
sampaikan kepada orang yang terdekat.
Padang Jawa.
4/9/2025
Ulasan
Catat Ulasan