Bismillah
Alhamdulillah.
Assalamualaikum,
Ingat, akhlak anak-anak dibentuk terutamanya oleh kedua ibubapanya sendiri. Apa yang anak-anak lihat dan dengar dari kedua ibubapanya akan dijadikan contoh tauladan bagi dirinya sendiri.
Jangan sampai mulut kita isinya ialah perkataan mencerca dan mencela. Jauhkan anak-anak dari mendengar dari mulut kita perkataan yang kotor. Ingat kata nabi s.a.w,
"Sesungguhnya kalau Allah
menghendaki kebaikan bagi sebuah keluarga, niscaya Dia akan menjadikan mereka lemah lembut.” ( HR Ahmad)
Bayangkan dalam keluarga yang anak-anak mendengar perkataan yang lemah lembut dari kedua orangtuanya. Dia akan terbentuk peribadinya dari akhlak tersebut. Bagaimana ayahnya berkata lembut kepada ibunya, ibunya berkata lembut kepada ayahnya , tidak suka ngomel , tidak suka marah-marah, apalagi keluar kata-kata yang kotor.
Sabda nabi s.a.w,
“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik sikapnya terhadap keluarga. Dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap keluargaku.” (HR Ibnu Majah)
Maka , anak-anak tersebut akan tumbuh dalam acuan akhlak yang mulia kerana keluarganya seperti itu. Tapi sebaliknya kalau ia tumbuh dalam keluarga yang ayahnya membentak-bentak ibunya , ibunya membentak ayahnya, ayahnya angkat suara, ibunya lebih keras lagi, keluar nama-nama binatang dari mulut ayah ibunya, keluar kata-kata kotor , mengejek, merendah dan sombong, maka anak-anak akan belajar dari hal yang buruk itu.
Anas bin Malik r.a berkata,
"Rasulullah SAW tidak pernah mencela dan tidak pernah melafazkan kata-kata yang buruk." Riwayat al-Bukhari (Fath al-Bari)
Dan kata Anas b Malik lagi,
"Sungguh aku telah berkhidmat kepada Rasulullah selama 10 tahun. Beliau tidak pernah berkata kepadaku sekalipun, “Aah”, tidak pernah berkomentar tentang apa yang aku lakukan, “Mengapa kamu lakukan (ini)”, dan tentang apa yang tidak aku lakukan, “Mengapa kamu tidak melakukan demikian (saja.)”
(Muttafaqun ‘alaih)
Maksudnya rasulullah s.a.w jika menegur seseorang adalah dengan cara yang baik, tidak mencela dan mencerca. Kerana itu lebih memberi kesan mendalam kepada si anak dan menjadi tauladan kepadanya di kemudian hari.
Semoga bermenafaat.
Dari kuliah Dr. Firanda.
Padang Jawa.
9/7/24
Ulasan
Catat Ulasan